Diet & Detox

Mengenal Tanda, Penyebab dan Penanganan Obesitas

Penyebab dan Penanganan Obesitas

Penyebab dan Penanganan Obesitas

Penyebab dan Penanganan Obesitas. Obesitas dan gemuk, dua kata ini memang terkesan memiliki makna yang sama. Keduanya sama-sama mengindikasikan adanya kelebihan kadar lemak dalam tubuh (kelebihan berat badan).
Sebenarnya gemuk dan obesitas adalah dua hal yang berbeda. Banyak orang yang salah paham dan tak memahami perbedaan keduanya. Secara sederhana, obesitas kegemukan yang berlebihan. Mereka yang gemuk belum tentu obesitas, tetapi mereka yang obesitas sudah pasti gemuk. Gemuk berada satu level di bawah obesitas.

Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Apabila kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang lama, maka akan menambah berat badan hingga mengalami obesitas.

Penyebab Obesitas

Obesitas disebabkan oleh kadar kalori yang berlebihan dalam tubuh. Penumpukan kadar kalori yang berlebih ini disebabkan oleh berbagai macam faktor. Kalori yang tidak digunakan itu selanjutnya diubah menjadi lemak di dalam tubuh, sehingga membuat seseorang mengalami pertambahan berat badan hingga akhirnya obesitas. Berikut beberapa faktor lain penyebab obesitas adalah :

1. Genetik (Faktor keturunan)
Genetik adalah salah satu komponen terbesar yang memicu obesitas. Anak dari orangtua yang obesitas memiliki resiko obesitas yang sama.

2. Efek samping obat-obatan
Terdapat beberapa obat baik dengan/tanpa resep dokter yang membawa efek samping yang menyebabkan penambahan berat badan.

3. Junk Food
Jenis makanan dengan kandungan gula, lemak, garan dan minyak yang tinggi. Junk food merupakan makanan cepat saji yang menarik dan terasa nikmat sehingga bikin nagih. Tanpa disadari makanan junk food menyebabkan penumpukan kalori dan lemak dalam tubuh, yang bisa memicu obesitas.

4. Kurang tidur
Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan akibat dari perubahan hormonal. Orang yang kurang tidur, akan menghasilkan Ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan.

5. Stress
Dalam kondisi stres, bisa mendorong untuk lebih banyak makan terutama makanan manis, guna meredakan stres dan memperbaiki suasana hati. Padahal tanpa disadari, konsumsi makanan di saat seperti itu bisa mengakibatkan penumpukan gula, kalori dan lemak dalam tubuh. Dan bisa menyebabkan obesitas.

6. Malas Bergerak.
Kenyamanan tehnologi modern seperti main game, ponsel pintar, televisi, komputer dan lainnya, menjadi sebagian orang malas bertukar tempat. Apalagi jika ditambah dengan ngemil. Kurangnya aktivitas fisik mengakibatkan perlambatan metabolisme tubuh, sehingga hanya sedikit kalori yang dibakar. Akibatnya penumpukan kalori dan lemak dalam tubuh.

Bahaya Obesitas

Obesitas berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan serius, seperti :

1. Tekanan darah tinggi
Saat seseorang memiliki lemak berlebih dalam tubuhnya, maka tubuh akan cenderung menahan sodium (zat garam). Tubuh juga akan menahan lebih banyak air untuk mencairkan sodium tersebut, akibatnya tekanan darah menjadi meningkat

2. Diabetes
Lemak yang terlalu banyak akan memberatkan kinerja hati dan merusak produksi insulin yang bisa memicu masalah diabetes tipe 1 dan 2.

3. Penyakit Jantung dan Stroke
Timbunan lemak yang berlebih menyebabkan timbulanya plak dalam pembuluh arteri, sehingga arteri yang menuju ke otak menjadi sempit.
Hal tersebut menyebabkan darah sulit mengalir hingga kerja jantung menjadi lebih berat sehingga resiko jantung koroner timbul. Juga bisa menyebabkan pembekuan darah sehingga aliran darah ke otak menjadi terganggu, yang berakibat pada penyakit stroke.

4. Osteoartritis
Penyakit terjadi akibat adanya beban ekstra yang memberi tekanan pada sendi-sendi seperti lutut, pinggul maupun punggung. Sehingga dapat merusak tulang rawan sehingga menimbulkan nyeri sendi dan kekakuan.

5. Gangguan fisik
Dengan berat badan yang berlebihan akibat timbunan lemak, mengakibatkan seseorang sulit bergerak, dan memiliki kecenderungan kesulitan bernapas.

Penanganan Obesitas

Penanganan obesitas dilakukan melalui program penurunan berat badan. Untuk mencapai tujuan ini, dapat dilakukan dengan cara :

1. Mengubah Pola Makan
Mengurangi asupan kalori dan menjalankan kebiasaan makan yang lebih sehat.

2. Melakukan aktivitas fisik
Dilakukan dengan cara berolahraga secara teratur, setidaknya selama 150 menit tiap minggu. Dengan melakukan aktivitas fisik maka akan terjadi pembakaran energi, kalori dan lemak, sehingga dapat dapat mempertahankan penurunan berat badan yang aman.

3. Metode Pengobatan.
Beberapa metode pengobatan lain untuk mengatasi obesitas , misalnya : konsumsi obat penurun berat badan, mengikuti konseling dan support group untuk mengatasi masalah psikologis terkait berat badan, atau menjalani operasi bariatrik untuk mengobati obesitas pasien.

Baca Juga :
Mengenal Detoksifikasi dan Manfaatnya bagi Tubuh

Dari berbagai sumber, semoga bermanfaat.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *